Apakah Pandemi Membuat Kencan Online Lebih Berharga?

Sebelum pandemi menjadi bagian dari hidup kita di awal 2020 lalu, kencan online diperlakukan oleh sebagian orang layaknya bar hopping. Memiliki ketertarikan, swipe right, memulai pembicaraan, memutuskan untuk bertemu, dan kembali membuka dating apps untuk menggeser layar ke kanan pada seseorang yang dianggap lebih menarik.

Namun, situasi ini justru membuat para pengguna aplikasi kencan lebih selektif.  

Terlepas dari berbagai aktivitas yang dilakukan dari rumah, pandemi membuat kita memiliki lebih banyak waktu luang untuk menarik diri sejenak dari jeratan kesibukan dan melakukan introspeksi. Intensi terhadap diri sendiri dan orang lain pun lebih jelas sehingga kita menemukan apa yang sebenarnya dibutuhkan. Oleh karena itu, sosok yang dicari pada aplikasi kencan bukan lagi untuk menemani pada saat tertentu, melainkan jangka panjang. Teman ngobrol yang dapat mengerti kepribadian dan membahas berbagai topik dianggap sebagai penangkal sepi.

Menurut Logan Ury, seorang behavioural scientist sekaligus director of relationship science di aplikasi Hinge, kini pengguna menghabiskan waktu lebih lama untuk mengenal satu sama lain di balik blue screen sebelum memutuskan untuk bertemu langsung. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memaknai kencan tersebut.

Kencan berupa video date dianggap sebagai solusi. Para strangers yang bertemu lewat aplikasi kencan pun dapat mendiskusikan do’s and don’ts untuk ‘dipatuhi’ saat keduanya memutuskan untuk berinteraksi tatap muka. Diskusi tersebut akan memastikan bahwa pertemuannya menjadi sebuah momen berharga sekaligus menciptakan batasan diri masing-masing dan suasana nyaman saat berkencan. Berbagai pertanyaan terkait lokasi yang sebaiknya outdoor, boleh melakukan physical touch, dan perkiraan jumlah pengeluaran saat berkencan pun akan terjawab jika tidak terburu-buru untuk melangkahkan kaki ke anak tangga selanjutnya.

Walaupun dapat dilakukan online, tampaknya kencan bukan ‘hiburan’ yang saat ini diprioritaskan. Dilansir dari Vox, Match Group—perusahaan yang menaungi berbagai aplikasi kencan, mengalami penurunan jumlah pelanggan. Amarnath Thombre, selaku CEO dari perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa para pengguna lebih berhati-hati dalam memilih teman kencan karena mereka tidak ingin mengejar banyak orang dalam waktu bersamaan. Mereka memilih untuk mengambil langkah kecil dan menciptakan ikatan dengan teman kencannya dibandingkan bergerak cepat, tetapi justru mengakhiri hubungan.

Di samping itu, terlalu banyak pertimbangan yang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk bertemu dengan seseorang. Kegelisahan yang dirasakan tak hanya disebabkan karena memikirkan apakah teman kencan ini mampu menjamin dirinya tidak menularkan penyakit, tetapi juga sederet skenario what ifs yang akan menyebabkan kencannya tidak berjalan semestinya. Terutama jika teman kencannya terlihat tidak menyukai dirinya di luar gelembung dunia maya.

Sebuah hal yang wajar apabila merasa canggung, gugup, atau tidak nyaman saat berkencan tatap muka. Namun, perlu dipertanyakan apabila beberapa hal tersebut terus terjadi selama kencan berlangsung dan membuat teman kencannya merasa kikuk dalam membawa pembicaraan. Mungkin penyebab terbesarnya bukanlah menghabiskan waktu bersama orang baru, melainkan terbebani dengan sebuah ide bertemu seseorang dalam situasi pandemi.

Sebuah studi yang dilakukan para psikolog di Montreal McGill University pada 2017 menunjukkan bahwa tingkah laku manusia ketika berkencan akan berubah saat mereka mencemaskan risiko penyakit menular. Meskipun tak disadari, ketertarikan yang menurun karena merasa tidak nyaman dapat dikenali oleh teman kencannya melalui perubahan sikap, yakni lebih pendiam dan kurang bersahabat. Dalam hal ini, teman kencan memang tidak dapat disalahkan. Namun, tidak menutup kemungkinan apabila ia merasa dirinya yang menciptakan situasi buruk.

Oleh karena itu, kencan online merupakan ‘langkah aman’ untuk menghindari situasi canggung dan kegelisahan dalam keadaan ini. Saat tidak ada chemistry pada obrolan di lima menit pertama, siapapun dapat mengaktifkan airplane mode untuk mematikan panggilan dengan alasan koneksi terputus. Lagipula, tak perlu merasa membuang waktu maupun biaya untuk swab test jika ternyata obrolan dengan stranger ini tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s